Jumat, 11 Desember 2009

luas ruang lingkup pekerjaan perawat

Untuk dapat menggambarkan ruang lingkup pekerjaan member pelayanan kepada penderita dengan baik, maka kita akan beranjak dari :
a. Tujuan pekerjaan perawatan;
b. Kewajiban dan fungsi perawat;
c. Berbegai lapangan pekerjaan di mana para perawat dapat bertugas;
d. Kesinambungan pelayanan yang harus diberikan.
a. Tujuan pekerjaan perawat
Tujuan pekerjaan perawat adalah dapat member pertolongan, dengan dilandasi keahlian, kepada penderita-penderita yang mengalami gangguan fisik dan gangguan kejiwaan, orang yang sedang dalam penyembuhan dan mereka yang kurang sehat dan kuat, dengan cara sedemikan rupa, sehingga mereka yang membutuhkan pertolongan itu mampu belajar sendiri untuk hidup dengan keterbatasan mereka dalam lingkungan mereka.
Dalam memberikan pertolongan tersebut, kita beranjak dari pendirian bahwa kita hanya akan melakukan apa yang tidak dapat dikerjakan sendiri oleh para penderita sebagai akibat dari penyakit atau cacat yang mereka alami. Untuk dapat memberikan pertolongan yang demikian itu, maka diperlukan pengetahuan teori serta ketrampilan praktis. Namun, tidak kalah penting artinya adalah sikap serta pandangan pribadi seseorang mengenai pekerjaan perawat tersebut. Banyaknya pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh para perawat dapat ditentukan dalam rencana pendidikan dan pada saat mereka harus menempuh ujian terakhir, pengetahuan dan ketrampilan itu diuji sepenuhnya.
Sikap dan pandangan pribadi sesesorang mengenai pekerjaan perawat menuntut masukan pribadi yang tinggi. Disamping sikap telaten serta penuh perhatian, selalu bersedia menolong dengan penuh semangat, maka diperlukan pula kesediaan untuk selalu mengetahui dan mengikuti segala yang ada hubungannya dengan masalah pelayanan kesehatan pada umumnya dan secara khusus yang adad hubungannya dengan pekerjaan masing-masing.
b. Kewajiban dan fungsi perawat
Dalam menetapkan tugas kewajiban yang menjadi tanggung-jawab para perawat, kita beranjak dari tindakan-tindakan yang ditetapkan di dalam Overzicht Praktische Opleidingen (OPO) (Pokok Pokok Pendidikan Praktis). Buku ini jugalah yang dipergunakan sebagai titik tolak bagi dasar-dasar pendidikan yang dilaksanakan. Bergantung kepada awal permulaan jenis gangguan yang dialami oleh para penderita, maka penetapan tugas yang harus dilaksanakan oleh para perawat sedikit berbeda-beda. Sebagai seorang perawat maka kita mempunyai fungsi dan tanggung jawab yang sesuai dengan btugas kita yang mendampingi ahli perawatan dan pembantu-pembantu lain dalam member pertolongan ahli kepada orang yang sedang sakit dan orang yang memerlukan pertolongan. Dalam hubungan ini, perlu diingat bahwa tidak menjadi persoalan apa dan siapa kita sesungguhnya dan apa yang kita lakukan, tetapi yang penting adalah bagaimana kita melakukan kewajiban kita. Tindakan-tindakan ynag berupa teknis, misalnya mengganti botol-botol infuse, memberikan suntikan kepada para penderita danpekerjaan –pekerjaan yang sejenis , seringkali kelihatan lebih penting artinya dibandingkan memeberikan sikap dan kedudukan tubuh yang baik dan nyaman kepada penderita. Namun, yang disebut belakangan ini merupakan seni dalam bidang perawatan dan minimal mempunyai arti penting yang sejajar dalam member bantuan kepada para penderita.
Pelayanan dan perawatan pada penderita adalah suatu pekerjaan yang mempunyai pendidikan tersendiri, ijazah yang diakui oleh Negara dan sebuah lencana ynag dilindungi. Tetapi pekerjaan ini terutama sekali mempunyai cirri sendiri dengan pemberian penekanan kepada arti serta makna kata perawatan, ke mana seluruh pendidikan yang diberikan sebenarnya ditujukan. Masa pendidikan perawat berlangsung selama dua tahun dan dimulai dengan periode pre-klinik.
c. Berbagi lapangan pekerjaan di mana para perawat dapat bertugas
Dalam bidang pelayanan kesehatan yang diketengahkan berikut ini para perawat dapat menerapkan pengetahuan serta kecekatan mereka :
- Rumah perawatan bagi orang-orang yang sakit somatic (fisik) dan/atau orang-orang lanjut usia yang mengalami gangguan psikis;
- Klinik rehabititasi;
- Rumah sakit;
- Rumah sakit jiwa;
- Rumah jompo;
- Lembaga orang-orang terbelakang;
- Pelayanan kesehatan ekstramural (misalnya sebagai pemberi pelayana kesehatan dalam lingkungan ).
Sebagian besar orang yang member pelayan kesehatan terutama mendapatkab tugas dan tempat pada rumah-rumah perawatan – barangkali dengan kemungkinan reaktivasi – dan klinik-klinik rehabilitasi. Hanya sebagian kecil saja yang bekerja di rumah sakit.
d. Kesinambungan pelayanan yang harus diberikan
Pertolongan yang diberikan kepada orang yang sedang sakit dan orang yang membutuhkan pertolongan harus, kalau itu memang dibutuhkan oleh orang tersebut – berkesinambungan. Dengan perkataan lain pertolongan yang kita berikan itu harus bersifat terus-menerus. Hal ini berarti bahwa, misalnya seorang penderita setelah meninggalkan rumah sakit atau rumah perawatan (=pelayanan kesehatan intramural) – kalau memang dibutuhkan atau dirasakan perlu – maka kepada penderita diberikan pertolongan fisik dan / atau kejiwaan oleh seorang perawat lingkungan, dokter pribadi, para pekerja social dan lain sebagainya (=pelayanan kesehatan ekstramural).

0 komentar:

Poskan Komentar